Tentang sekolahalam minangkabau #1

#1

sekolahalam minangkabau.

 

APA yang terlintas dalam pikiran Anda ketika disebutkan “sekolahalam minangkabau”? Sebuah sekolah? Iya. Tempat belajarnya di alam? Iya. Sarat dengan unsur dan budaya minangkabau? Iya. Nah akan muncul sendiri dalam pemikiran Anda bahwa sekolahalam minangkabau ialah sebuah institusi sekolah dengan fasilitas belajar di alam yang sarat dengan budaya minangkabau.

 

Pemaknaan sekolahalam minangkabau tidak semata-mata dipisahkan antara sekolahalam dengan minangkabau. Melainkan ia adalah suatu kesatuan yang utuh. Kata sekolah, alam dan minangkabau merupakan perpaduan unik. Bagaikan perpaduan teh, air dan gula. Sekolah adalah sebuah teh, bahan racikan, yang mengalami proses, dibentuk, ditata dan diatur. Alam adalah air, alam adalah sebuah tempat di mana sekolah diletakkan, sumber-sumber ilmu sebuah sekolah berasal dari alam.

 

Cukupkah kata sekolah digabung dengan alam saja? Cukup! itu artinya Anda meminum teh hanya diseduh air. Dalam Bahasa Minang disebut Teh Pahik, alias Teh Pahit. Meminum teh tanpa gula adalah minuman yang cukup tapi belum terasa nikmat.

 

Untuk menimbulkan rasa manis dalam sebuah Teh yang telah diseduh air perlu adanya gula. Nah, gula itulah yang kita kenal dengan sebutan Minangkabau. Lantas keunikan apa yang dimunculkan oleh kata Minangkabau?

 

Minangkabau itu sendiri berasal dari kalimat “mukminang kanabawi” yang artinya beriman seperti para nabi. Bila ada orang minang tidak beriman kepada Allah, bukan minang namanya. Ia dianggap tidak sah dalam beradat minang. Sesuai dengan tutur Budayawan Minang Mak Katik Musra Dahrizal. “urang minang nan indak batuhankan Allah, indak barasulkan Muhammad, indak dianggap sah dalam adaik,” Orang Minang yang tidak bertuhankan Allah, tidak berasulkan Muhammad, tidak dianggap sah dalam Adat. Oleh sebab itulah ada kalimah Syahadat, atau dalam penuturan Mak Katik Musra Dahrizal kata Syahadat beliau penggal menjadi “Sah Adat”.

 

Minangkabau itu sangat luas. Ada Lareh, ada Luhak, ada Darek, ada Rantau, ada Adat, ada Istiadat. Bahkan keluasan kata minangkabau itu sendiri diukir dalam kalimah “Jikok dikambang salaweh Alam, Jikok dilipek saleba kuku,” Jika (minangkabau) dibentang maka ia seluas Alam Raya ini, Jika ia (minangkabau) dilipat ia hanya selebar kuku.

 

Sampai pada hal ini sudah ada wawasan bagi kita bahwa sekolahalam minangkabau adalah sebuah institusi sekolah dengan fasilitas belajar di alam yang sarat dengan budaya minangkabau. Lalu apa saja yang diajarkan oleh sekolahalam yang menyandang nama minangkabau itu? Kita akan terangkan, namun bersabarlah.

Sumber : Catatan Pak Alhas K. Ridhwan

Lowongan Kerja Asisten Fasilitator PAI di sekolahalam minangkabau

SAM LowonganDibutuhkan untuk posisi Asisten Fasilitator Pendidikan Agama Islam di sekolahalam minangkabau :

Persyaratan Umum :

  • Sehat jasmani dan rohani
  • Menyukai anak-anak
  • Dapat bekerjasama dalam tim
  • Kreatif & Inovatif
  • Mempunyai visi dalam pendidikan
  • Mempunyai disiplin dan komitmen yang tinggi.
  • Mampu bekerja di bawah tekanan
  • Mampu mengoperasikan komputer, minimal Ms. Office dan Internet

Persyaratan Khusus :

  • Pendidikan Minimal SMA sederajat (MA/SMK)
  • Tidak sedang kuliah
  • Mampu Baca Tulis Al-Qur’an dengan baik dan benar, serta mengajarkannya.
  • Paham dengan konsep Pendidikan Agama Islam secara umum, terutama untuk siswa TK dan SD.

Lamaran dikirim/diantarkan selambat-lambatnya Hari Jum’at, Tanggal 7 Agustus 2015 dengan alamat :

sekolahalam minangkabau

Jl. Ujung Pandang No. 11, Kel. Ulak Karang Selatan, Kec. Padang Utara, Kota Padang, 25135, Sumatera Barat, Tel. +62-(0)751-41552

atau via e-mail : sa.minangkabau.hr@gmail.com  dengan mencantumkan posisi yang dilamar.

Lowongan Kerja di sekolahalam minangkabau

Dibutuhkan Loguntuk beberapa posisi di sekolahalam minangkabau :

 

 

1. Fasilitator untuk SD : 2 orang

2. Asisten Fasilitator SD : 1 orang

3. Asisten Fasilitator Day Care : 1 orang

4. Fasilitator GreenLab : 1 orang.

Persyaratan Umum :

  • Sehat jasmani dan rohani
  • Menyukai anak-anak
  • Dapat bekerjasama dalam tim
  • Kreatif & Inovatif
  • Mempunyai visi dalam pendidikan
  • Mampu bekerja di bawah tekanan
  • Mampu mengoperasikan komputer, minimal Ms. Office dan Internet
  • Mempunyai disiplin dan komitmen yang tinggi.

Persyaratan Khusus :

  • Untuk posisi No. 1 : Minimal S1 semua jurusan
  • Untuk posisi No. 2 & 3 : Minimal tamatan SMA jurusan IPA
  • Untuk posisi No. 4 : Minimal D3 Pertanian/Peternakan/Teknik Lingkungan

Lamaran dikirim/diantarkan selambat-lambatnya Hari Selasa, Tanggal 30 Juni 2015 dengan alamat :

sekolahalam minangkabau

Jl. Ujung Pandang No. 11, Kel. Ulak Karang Selatan, Kec. Padang Utara, Kota Padang, 25135, Sumatera Barat, Tel. +62-(0)751-41552

e-mail: sa.minangkabau.hr@gmail.com

Alek Minangkabau #2

Kemarin Kamis, 12 Februari 2015, sekolahalam minangkabau (sam) mengadakan alek (pesta) minangkabau untuk kedua kalinya. Kegiatan Alek Minangkabau ini dilaksanakan 2 kali dalam setahun di tiap-tiap semester, untuk memperkenalkan seni dan budaya tradisi minangkabau kepada siswa-siswi dan orang tua/wali murid sekolahalam.

Alek Minangkabau kali ini terlihat sangat istimewa, sam mengundang Budayawan Minang Mak Katik Musra Dahrizal (Pemeran Angku Datuak dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. 2013) sebagai panelis dalam diskusi. Banyak orang tua/wali murid tampak antusias menyimak dan mengajukan pertanyaan tentang ceramah adat yang beliau sampaikan.

DSC_5511

Mak Katik dalam Diskusi Adat di sekolahalam minangkabau, bersama Pak Ade Rahadian

Palajaran nan pokok sabalum nan lain dipalajari adolah adaik, dalam bahaso lainnyo budi pekerti jo tingkah laku,” ungkap Mak Katik. Beliau mengatakan bahwa sebelum anak menguasai pelajaran yang lain, maka anak didik mestilah diajarkan dengan kebiasaan dan perilaku yang baik. Hal itu dapat diterapkan bila pendidikan ditopang dengan permainan. Permainan Patok Lele, Main Benteang, Batu Tujuah, Kuciang Mandok, dan permainan tradisional lainnya dapat membentuk karakter si anak untuk menjadi pribadi-pribadi yang berpekerti luhur. Syukurlah permainan-permainan demikian dengan sangat lestarinya tetap diajarkan di sekolahalam minangkabau.

Mak Katik juga menambahkan, bila anak meminta uang jangan pernah langsung memberikannya ke tangan si anak, letakkan di meja atau di tempat yang agak jauh dari si anak, agar si anak juga punya usaha untuk mendapatkan uang. “Ini adalah pendidikan dasar tentang berusaha”, papar Mak Katik.

Selain Diskusi dan Ceramah Adat, Alek Minangkabau #2 juga menampilkan kebolehan siswa-siswi sekolahalam minangkabau dalam seni tari, tarik suara dan prosesi adat malam bainai. Berikut beberapa kegiatan yang terekam oleh kamera dokumentasi :

DSC_5529

Nak Gadih Rancak

DSC_5554

Euforia siswa-siswi TK dan SD 1 sekolahalam minangkabau setelah penampilan nyanyi bersama

DSC_5566

Delima dan Seruni memperlihatkan inai yang telah ditumbuk. Inai akan dipakai untuk acara adat Malam Bainai

Panjat Tebing Buatan

Kegiatan satu ini merupakan salah satu kegiaan yang muncul atas dasar untuk mengakomodir kebiasaan anak-anak yang sangat menikmati memanjat, dimana semua pohon disekolah sudah mereka jelajahi dengan memanjat tanpa rasa takut. awal adanya papan panjat ini dimulai pada november 2011 atas bantuan dari pemerintah.

diawal desember 2011 pengerjaan papan panjat buatan ini selesai dan dibuka resmi juga kelas panjat tebing, dalam kelas panjat tebing siswa yang masuk didalamnya harus mendapatkan izin dan rekomendasi dari fasilitator kelas serta kepala sekolah, dikarenakan kegiatan ini termasuk dalam kegiatan high rope (beresiko tinggi). Fasilitator dikelas panjat tebing di kepalai oleh bapak Ade Rahadian dan dibantu oleh bapak Reza Harahap.

Ade Rahadian

Kelas panjat tebing ini dibagi menjadi dua kelompok kelas, Dasar dan Menengah, dimana penentuan dilakukan atas dasar kemampuan dan pengembangan diri personal, bukan dikarenakan atas kelas belajar. Jadi belum tentu anak kelas tinggi dapat langsung masuk kelas menegah, dan begitu juga sebaliknya.

Pelajaran yang dilakukan dimulai dari teknik dasar serta pengelana papan panjat. Berikut gambar dari kegiatan kelas panjat tebing sekolahalam minangkabau

Papan Panjat Buatan

Asa siswa SD6

Fathin

Otak, Otot, Nasib 

Kelas Panahan

Pak akhiro menjelaskan alat panahan

kelas panahan sekolahalam minangkabau dibuka pada november 2011, dikarenakan monotonnya pelajaran olahraga yang ada pada lembaran kurikulum dan dirasakannya perlu penambahan kegiatan aktifitas baru untuk anak-anak maka dibukalah kelas panahan. Memang kelas panahan bukan kelas wajib bagi anak-anak sekolahalam, untuk dapat masuk kelas panahan, anak-anak wajib mendaftarkan nya terlebih dahulu pada lembaran kartu belajar mereka, dan kemudian nanti akan disetujui oleh fasilitator kelas, fasilitator panahan, dan kepala sekolah. Apabila disetujui, maka mereka baru dapat mengikuti kelas panahan.

amelia belajar menarik busur

Manfaat dari panahan, antara lain, melatih konsentrasi anak, menambah kesabaran, dan menentukan sasaran atau tujuan .  Perkembangan kemampuan anak diharapkan dapat mencapai tujuan dari pembelajaran sehingga selain untuk memberikan hal baru, panahan juga memberikan kesempatan untuk setiap anak berprestasi.

Kelas Panahan sekolahalam minangkabau di koordinir oleh pak Akhiro Murio dan dibantu beberapa fasilitator lain, media peralatan panahan tergolong sederhana, dimana busur panah menggunakan pipa paralon yang dimodifikasi, senar dari tali yang telah dimodifikasi, serta anak panah dari kayu. namun kesederhanaan bukan menjadi alasan untuk mengurangi minat dan kemampuan anak.

seiring dengan berjalannya kegiatan dari kelas panhan, saat ini sedang direncanakan untuk membuka kelas untuk kategori umum, dimana siapa saja dapat belajar panahan.