1

Tentang Bu Festi

DSC_5748Di sela-sela kesibukannya menjabat sebagai Kepala Sekolah SD sekolahalam minangkabau, Wanita alumni MAKN Koto Baru ini terlihat sedang asyik mencicipi makan siang. Kami mendekat dan menyampaikan maksud untuk melakukan wawancara. Niat kami disambut baik olehnya. Berikut kutipan hasil wawancara kami bersama Kepsek SD sekolahalam minangkabau, Hanifesti, S.Pd.I, MA, yang lebih akrab dipanggil Bu Festi.

Senin 16 Februari 2015, Jam 11:32 WIB.

  1. Boleh ceritakan tentang asal usul nama anda?

Nama saya Hanifesti, berasal dari kata hanif, dalam Bahasa Arab artinya lurus. Dulu sewaktu kecil, Mama sudah menyiapkan nama untuk calon anak laki-laki, ternyata yang lahir anak perempuan, maka tetap dipasangkan nama hanif, kemudian ditambahkan dengan gabungan nama Mama dan Papa, maka jadilah Hanifesti.

  1. Apa cita-cita anda waktu kecil?

Kecil dahulu saya pengen jadi Polwan.

  1. Apakah dengan mudah orang tua merestui cita-cita anda?

Orang tua mengizinkan, cuma waktu itu, Mama kan tinggal di lingkungan perkantoran, jadi yang lebih sering menakut-nakuti adalah teman-teman Mama. Jangan jadi polwan kata mereka. Karena dapat pengaruh demikian, ya sudahlah, saya pengen jadi orang yang kerja di kantor saja.

  1. Kapan anda mulai mengubah arah cita-cita anda?

Sewaktu sekolah di Padang Panjang, ditambah lagi faktor lingkungan asrama di sana. Jadi, pada akhirnya saya memutuskan menjadi Guru. Sebenarnya ini adalah cita-cita Mama saya. Cuma zaman Mama dulu, keberanian Mama untuk tampil ke depan masih kurang. Jadi sayalah penerus dan pelanjut cita-cita itu.

  1. Sejak bersekolah, siapa guru favorit anda?

Macam-macam. Waktu SD dahulu, saya memfavoritkan Bu Eti. Beliau adalah guru menari. Saya suka sekali ikut tampil dalam lomba menari. Saat SMP, saya tidak punya guru favorit. Pas di SMA, guru Favorit saya adalah Ustadz Idrus, karena ia sebagai guru selalu membuat pelajaran di kelas menjadi menyenangkan. Ia suka bercerita. Logatnya juga asyik. Dia orang Medan. Beliau guru hadits. Sedangkan di masa-masa kuliah saya lebih suka dengan dosen pembimbing skripsi saya, sekaligus juga pembimbing akademik. Saya suka dengan dosen yang merespon saya.

  1. Menurut anda, apa bakat anda?

Tampil. Intinya tampil, berbicara di depan umum. Pidato, muhadharah waktu kecil dulu.

  1. Apa benda yang paling memberi anda inspirasi?

Saya dulu suka menulis. Saya suka Diary. Setelah tamat SD saya masuk Gontor Putri. Waktu masuk ke Gontor, saya diberi hadiah kado ulang tahun sebuah diary oleh Mama, pas tanggal 17 Juni Tahun 2000 waktu itu. Berlanjut-berlanjut sampai MAKN, saya masih suka menulis. Sampai kuliah terhenti menulis diary, karena urusan pribadi. Intinya diary saya dibakar oleh seseorang.

  1. Musik dengan genre apa yang anda sukai?

Musik Minang dan Nasyid.

  1. Apa lirik lagu yang menjadi kutipan favorit anda?

Sebenarnya acak. Tidak ada lirik yang terlalu menarik. Kalau dulu sih, “Di mimpi nyo datang juo”.

  1. Pernahkah anda frustasi?

Pernah. Saya ambisius orangnya. Dari kecil sering juara. Pas dapat ranking 4 di kelas 5, saya gak berani pulang, dan akhirnya ketahuan sama papa. Nani (Nani Khairunnisa-red.), adik saya juga anak yang berprestasi. Saya dibanding-bandingkan dengannya. Waktu itu saya frustasi.

  1. Bagaimana cara anda menyelesaikan frustasi waktu itu?

Saya dibawa ke psikolog oleh Mama dan Papa. Waktu itu saya sempat menyakiti diri sendiri.

  1. Apa biasanya yang membuat anda merasa gagal?

Ragu-ragu.

  1. Coba ungkapkan diri anda dalam 3 kata?

Berani, Berusaha dan Cerdas.

  1. Menurut anda, apa itu sekolah?

Tempat menemukan sesuatu.

  1. Terus menurut anda, apa itu fasilitator?

Benar-benar orang yang memfasilitasi orang-orang yang butuh difasilitasi. Tidak hanya fisiknya saja tapi juga hatinya.

  1. Apa pengalaman buruk anda selama hidup?

Bohongin Papa. Waktu itu saya ingin jalan-jalan bersama teman-teman. Mama waktu itu yakin saya sudah balik ke asrama di Padang Panjang. Tapi saya justru mampir ke Solok, dekat singkaraknya. Terus Papa datang ke asrama dari Medan malam-malam hari dan tidak menemukan saya di asrama. Akhirnya Papa hanya berdiam diri saja di depan pagar asrama sampai pagi. Beberapa hari kemudian, Papa meminta saya pulang ke rumah. Papa tidak pemarah, tapi kalau sudah mendiamkan berarti ia marah. Saya janji tidak akan melakukan itu lagi.

  1. Mari bermain asosiasi sejenak, jika saya sebut satu kata, maka katakan saja apa yang terlintas di pikiran anda tentang kata tersebut?

Batu?

Air.

Keras?

Batu.

Anak-anak?

sekolahalam.

Benci?

Bohong.

Dusta?

Penipu.

Dekat?

Mama.

Jauh?

Teman.

Sekolah?

Menyenangkan.

Sakit?

Perut.

Gaya?

Pakaian.

Belajar?

Buku.

  1. Apa buku yang terakhir anda baca?

Judulnya gak ingat, tapi ia berupa novel. Buku tentang wanita dewasa yang sudah mapan tapi belum juga menikah.

  1. Siapakah yang anda pilih untuk menjadi rekan kerja anda sebagai fasilitator?

Kak Nadia (Nadia Nofrima –red.)

  1. Apakah yang membuat Nadia (Nadia Nofrima –) lebih unggul dari yang lain?

Imajinasinya.

  1. Apa yang biasa anda lakukan sekitar 15-30 menit sebelum berangkat kerja?

Siap-siap. Biasanya butuh waktu lebih, sekitar 45 menit sebelum kerja.

  1. Siapa Tokoh Indonesia yang anda inginkan jadi guru anda?

Yang bikin tertarik itu Mak Katik (Pemeran Angku Datuak dalam Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk – red.) Terus setelahnya Dik Doang.

  1. Acara televisi apa yang paling anda sukai?

Jodha Akbar dan Mario Teguh The Golden Ways.

  1. Makanan apa yang paling anda sukai?

Mie. Tapi sekarang gak boleh karena sakit.

  1. Minuman apa yang paling anda sukai?

Teh es dan Juice pokat.

  1. Ini kalau boleh memilih manakah yang anda pilih. Kopi atau teh?

Teh.

  1. Film atau buku?

Buku.

  1. Kegiatan apa yang paling sering anda lakukan bersama keluarga?

Nonton bareng, ngobrol, makan-makan. Sejak Papa sakit gak ada lagi jalan-jalan.

  1. Apakah anda percaya dengan hantu?

Hantu enggak, tapi kalau setan iya.

  1. Binatang apa yang paling anda takuti?

Tikus.

  1. Jika suatu saat anda menolong jin yang terperangkap, lalu ia akan membantu anda dengan mengabulkan 3 permintaan anda, apa yang anda minta?

Pertama : Papa sembuh, gak pernah ke rumah sakit lagi,

Kedua : Pengen punya rumah di tepi sawah, dan

Ketiga : Jalan-jalan.

  1. Kegiatan apa di kehidupan sehari-hari yang paling tidak bisa anda atasi sendiri?

Pekerjaan rumah.

  1. Benda apa yang lebih sering anda beli : baju atau buku?

Baju.

  1. Kegiatan seperti apa yang membuat anda bersemangat melakukannya?

Kalau jalan-jalan saya semangat. Jalan-jalan buat makan, saya semangat. Pulang kampung, saya juga semangat.

  1. Berapa kali dalam sehari anda mandi?

2 kali

  1. Apa yang pertama kali anda lakukan begitu bangun tidur?

Diam dulu sebentar, duduk, lalu shalat.

  1. Apa terakhir kali yang anda lakukan sebelum tidur?

Berdo’a, berterima kasih untuk hari ini. Dengarin musik.

  1. Apakah anda termasuk rajin shalat lima waktu? Kenapa?

Iya, saya yakin sekali dengan Tuhan. Jadi kalau ada apa-apa, kalau ingat Tuhan, hal itu membuat saya tenang.

  1. Shalat apa yang sering anda lakukan berjama’ah?

Maghrib.

  1. Apakah anda selalu menjalankan ibadah puasa?

Iya.

  1. Apa aktivitas kampung yang paling sering anda ikuti?

Memancing ikan, pergi ke sawah dan Menghalau burung dari sawah.

  1. Seandainya boleh memilih, di umur berapakah anda akan meninggal dunia?

Umur 40 tahun kalau masih single. Kalau sudah berkeluarga, umur 60-an.

  1. Di dalam keadaan yang sekarang, hobi apa yang belum bisa anda lakukan?

Pengen berlatih tari, bermain teater atau drama.

  1. Film genre apa yang anda paling suka koleksi?

Film romantis.

  1. Kalimat apa yang kelak anda inginkan tertulis di kuburan anda?

Ada bismillah-nya, Hanifesti binti Harlis. Tanggal lahir dan umur.

  1. Menurut anda, Enak gak jadi diri anda?

Enak. Bersyukur banget.

  1. Pilihan apa yang anda pilih untuk profesi anda? Kapolri, Jaksa Agung, Menteri atau Ketua KPK?

Menteri.

  1. Kenapa?

Kalau bisa, saya jadi menteri luar negeri supaya bisa jalan-jalan.

  1. Benda seni apa yang paling berharga dalam daftar koleksi anda?

Tidak ada.

  1. Apa yang akan anda wariskan kelak untuk anak-cucu?

Yang pertama : Ajaran islam, yang kedua : sedikit harta, kemudian ilmu.

  1. Pernahkah anda dicurangi oleh orang lain?

Pernah.

  1. Apakah anda membalas mencurangi orang itu juga?

Dalam waktu dekat ini sih enggak, tapi kalau zaman dulu-dulu iya.

  1. Apa yang terfikir oleh anda setiap kali kerja/tugas anda bisa anda selesaikan?

Pasti lega. Saya akan bertanya, kira-kira tugas ini memuaskan gak ya bagi orang yang memberi tugas? Kalau memuaskan, ya alhamdu lillah. Kalau gak, berarti saya masih ada PR lagi.

  1. Bagaimana reaksi anda bila ada yang mengatakan bahwa anda tidak bisa dipahami atau sulit dimengerti?

Kalau di rumah, pasti saya balas langsung. Kalau bersama sahabat, saya dengarkan dulu apa pendapatnya. Kalau sudah saya paparkan kondisi dan keadaannya, lalu ia masih belum mengerti juga, nah itu “it’s your problem” berarti.

  1. Berapa kali anda piknik/refreshing dalam sebulan?

Refreshing? O, banyak.

  1. Kota mana yang paling anda sukai?

Surabaya.

  1. Menurut anda, bagaimana seharusnya sikap profesional seorang fasilitator?

Pertama ia harus tahu dengan dirinya dulu, jangan dulu ia mengukur orang. Ia sadar dulu dengan tugasnya sebagai fasilitator. Kemudian kedua, ia mendekatkan diri kepada anak-anak.

  1. Dan bagaimana implementasinya dalam pendidikannya/sekarang?

Global ya, kalau sekarang sih pekerjaan sebagai guru hanya untuk mendapatkan gaji perbulan. Guru yang baik itu menurut saya ialah ia pengen jadi guru karena karena memang ia pengen jadi guru, bukan karena keadaan yang memaksanya.

  1. Apa nasehat anda untuk seorang fasilitator?

Sayangi diri dahulu, lalu sayangi yang lain, kelak kasih-sayangnya itu akan menyebar.

***. MM

2

Alek Minangkabau #2

Kemarin Kamis, 12 Februari 2015, sekolahalam minangkabau (sam) mengadakan alek (pesta) minangkabau untuk kedua kalinya. Kegiatan Alek Minangkabau ini dilaksanakan 2 kali dalam setahun di tiap-tiap semester, untuk memperkenalkan seni dan budaya tradisi minangkabau kepada siswa-siswi dan orang tua/wali murid sekolahalam.

Alek Minangkabau kali ini terlihat sangat istimewa, sam mengundang Budayawan Minang Mak Katik Musra Dahrizal (Pemeran Angku Datuak dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. 2013) sebagai panelis dalam diskusi. Banyak orang tua/wali murid tampak antusias menyimak dan mengajukan pertanyaan tentang ceramah adat yang beliau sampaikan.

DSC_5511

Mak Katik dalam Diskusi Adat di sekolahalam minangkabau, bersama Pak Ade Rahadian

Palajaran nan pokok sabalum nan lain dipalajari adolah adaik, dalam bahaso lainnyo budi pekerti jo tingkah laku,” ungkap Mak Katik. Beliau mengatakan bahwa sebelum anak menguasai pelajaran yang lain, maka anak didik mestilah diajarkan dengan kebiasaan dan perilaku yang baik. Hal itu dapat diterapkan bila pendidikan ditopang dengan permainan. Permainan Patok Lele, Main Benteang, Batu Tujuah, Kuciang Mandok, dan permainan tradisional lainnya dapat membentuk karakter si anak untuk menjadi pribadi-pribadi yang berpekerti luhur. Syukurlah permainan-permainan demikian dengan sangat lestarinya tetap diajarkan di sekolahalam minangkabau.

Mak Katik juga menambahkan, bila anak meminta uang jangan pernah langsung memberikannya ke tangan si anak, letakkan di meja atau di tempat yang agak jauh dari si anak, agar si anak juga punya usaha untuk mendapatkan uang. “Ini adalah pendidikan dasar tentang berusaha”, papar Mak Katik.

Selain Diskusi dan Ceramah Adat, Alek Minangkabau #2 juga menampilkan kebolehan siswa-siswi sekolahalam minangkabau dalam seni tari, tarik suara dan prosesi adat malam bainai. Berikut beberapa kegiatan yang terekam oleh kamera dokumentasi :

DSC_5529

Nak Gadih Rancak

DSC_5554

Euforia siswa-siswi TK dan SD 1 sekolahalam minangkabau setelah penampilan nyanyi bersama

DSC_5566

Delima dan Seruni memperlihatkan inai yang telah ditumbuk. Inai akan dipakai untuk acara adat Malam Bainai

3

Panjat Tebing Buatan

Kegiatan satu ini merupakan salah satu kegiaan yang muncul atas dasar untuk mengakomodir kebiasaan anak-anak yang sangat menikmati memanjat, dimana semua pohon disekolah sudah mereka jelajahi dengan memanjat tanpa rasa takut. awal adanya papan panjat ini dimulai pada november 2011 atas bantuan dari pemerintah.

diawal desember 2011 pengerjaan papan panjat buatan ini selesai dan dibuka resmi juga kelas panjat tebing, dalam kelas panjat tebing siswa yang masuk didalamnya harus mendapatkan izin dan rekomendasi dari fasilitator kelas serta kepala sekolah, dikarenakan kegiatan ini termasuk dalam kegiatan high rope (beresiko tinggi). Fasilitator dikelas panjat tebing di kepalai oleh bapak Ade Rahadian dan dibantu oleh bapak Reza Harahap.

Ade Rahadian

Kelas panjat tebing ini dibagi menjadi dua kelompok kelas, Dasar dan Menengah, dimana penentuan dilakukan atas dasar kemampuan dan pengembangan diri personal, bukan dikarenakan atas kelas belajar. Jadi belum tentu anak kelas tinggi dapat langsung masuk kelas menegah, dan begitu juga sebaliknya.

Pelajaran yang dilakukan dimulai dari teknik dasar serta pengelana papan panjat. Berikut gambar dari kegiatan kelas panjat tebing sekolahalam minangkabau

Papan Panjat Buatan

Asa siswa SD6

Fathin

Otak, Otot, Nasib 

3

Kelas Panahan

Pak akhiro menjelaskan alat panahan

kelas panahan sekolahalam minangkabau dibuka pada november 2011, dikarenakan monotonnya pelajaran olahraga yang ada pada lembaran kurikulum dan dirasakannya perlu penambahan kegiatan aktifitas baru untuk anak-anak maka dibukalah kelas panahan. Memang kelas panahan bukan kelas wajib bagi anak-anak sekolahalam, untuk dapat masuk kelas panahan, anak-anak wajib mendaftarkan nya terlebih dahulu pada lembaran kartu belajar mereka, dan kemudian nanti akan disetujui oleh fasilitator kelas, fasilitator panahan, dan kepala sekolah. Apabila disetujui, maka mereka baru dapat mengikuti kelas panahan.

amelia belajar menarik busur

Manfaat dari panahan, antara lain, melatih konsentrasi anak, menambah kesabaran, dan menentukan sasaran atau tujuan .  Perkembangan kemampuan anak diharapkan dapat mencapai tujuan dari pembelajaran sehingga selain untuk memberikan hal baru, panahan juga memberikan kesempatan untuk setiap anak berprestasi.

Kelas Panahan sekolahalam minangkabau di koordinir oleh pak Akhiro Murio dan dibantu beberapa fasilitator lain, media peralatan panahan tergolong sederhana, dimana busur panah menggunakan pipa paralon yang dimodifikasi, senar dari tali yang telah dimodifikasi, serta anak panah dari kayu. namun kesederhanaan bukan menjadi alasan untuk mengurangi minat dan kemampuan anak.

seiring dengan berjalannya kegiatan dari kelas panhan, saat ini sedang direncanakan untuk membuka kelas untuk kategori umum, dimana siapa saja dapat belajar panahan.

5

Cita-cita yang ku gantung ..

Dia masih kecil. Belum 9 tahun. Pagi itu ia masuk ke gudang. Gudang sekolah. Kemudian terdengar tangisannya. Bu Pit mendekat ke gudang. Mendapatinya menangis. “Sakiiit…!!!” teriaknya. “Kenapa vero?” tanya Bu Pit. “Huhu…” jawabnya. Bu Pit menariknya keluar gudang.Membawanya ke dapur. Ke tempat yang terang.

Ternyata, jari telunjuk kakinya tertusuk paku. Bu Morin datang. Menanyai vero. “Kenapa Vero?” tanya Bu Morin. “Tertusuk paku, bu…, huhu..” jawabnya. Ia masih saja menangis. “Vero, kalau mau jadi polisi, tidak nangis, nak.” Ungkap Bu Morin. “Polisi nggak nangis ya, bu?” tanyanya. “Kalau mau jadi polisi, tidak nangis, nak.” Ungkap Bu Morin. Huhu Vero berhenti sejenak. Ia menahan tangisnya. Ia teringat cita-citanya.

Rivero Avernus "vero"

Continue reading