di sekolahku

Di sekolahku, anak-anak berasal dari surga

Sebab itu umur mereka begitu dekat dengan Tuhan

Dan kata-kata mereka menyentuh hati

Di sekolahku, anak-anak bermain sangat ceria

Sebab itu perbedaan apapun mereka tak peduli

Dan adakalanya mengajarkanku dunia ini penuh arti

Di sekolahku, bapak tukang kebun sering kesal

Ulah anak-anak yang memetik jambu

Namun kesal itu hilang kembali,  

Tatkala mereka menawarkan : “Makan jambu, Pak Ruzi?”

Di sekolahku, ibu penjaga pustaka sangat pemarah

Sebab buku-bukunya tak pernah disusun setelah dipakai

Sebab buku-bukunya rusak sesudah dipakai

Tapi marahnya mereda, saat anak-anak itu bilang : “Terima kasih, Bu Aza cantik”

Di sekolahku fasilitator berwajah lugu,

tersenyum pun lugu…

bertingkah, apalagi, sangat lugu…

namun lebih sering hati mereka seperti ibu

Di sekolahku,

anak-anak tersenyum,

fasilitator tersenyum,

principal tersenyum,

Pak Agung tersenyum,

Pak Hamid, Bu Yaya, Pak Adi tersenyum,

Bu Miya tersenyum,

Aku…, malah cemburu…

Mereka berbagi dan aku semakin iri…

Kadangkala bila melihat dari jauh, ingin aku berada di tengah mereka

Bergabung…

Menyatakan diri sama dengan mereka…

Tiba-tiba dalam lamunanku, seseorang menyapa

“Pak Al masuk kelas berapa?” Tanya Bu Vina.

Insaflah aku bahwa aku memang mereka.

Aku bagian dari mereka

Aku sama dengan mereka

Dan aku insan yang penuh senyuman

Tertawa dan hari ini aku sangat bahagia

Alhas Kasidatur Ridwan

Kampeongkoe, Kamang Hilia, 27 Agustus 2010, persembahan istimewa untuk sekolahalam.

3 thoughts on “di sekolahku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s