Mentari-mentari kecilku (part 1)

sam

Hari ini mentari pagi tidak secerah kemaren mungkin, sebuah pagi yang terlewatkan olehku. Pagi ini agak sendu, lebih temaram dan angin dingin sedikit mengusik tubuhku. ya, di padang ini sudah terkategori dingin, ketika angin berhembus dan mentari malu – malu atau mungkin enggan untuk menampakkan diri. Memang sejak kemaren sore angin kencang berhembus, badai kata orang di sini dan ditingkahi oleh hujan yang sebenarnya tidak lebat namun tetesannya besar – besar, sehingga sedikit menakutkan. pagi ini aku bertanya, what will happen to day?.   

Karena setiap hari berjalan dengan sesuatu yang baru, akan selalu ada hal – hal menarik terjadi, hal – hal yang kadang mengundang, senyum, tawa, geram, kecut, marah, jengkel semuanya berpadu menjadi satu yang pada akhirnya menuntutku untuk bisa lebih banyak belajar ilmu kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi anka- anak yang setiap sosoknya unik dan penuh dengan kejutan. seperti pagi – pagi biasanya yang terjadi dalam 4 tahun terakhir ini, semenjak aku memutuskan anak – anak adalah dunia yang ingin kugeluti, selalu saja ada rasa bahagia dan deg – degan menghadapi pagi, penuh tanya tentang apa yang akan terjadi nanti. pertanyann, bagaiman pheren nanti, apa yang akan dilakukan oleh dimas, kejutan apa yang akan dibawa iwan, kemajuan apa yang dapat mereka capai, keterampilan apa yang akan mereka tunjukkan padaku,

Bu mili Bersama Muridnya

akhh… pertanyaan yang selalu hadir setiap pagiku selama di Aliva dulu. dan di sini di sekolahalam minangkabau, anak – anak yang kuhadapai tidak lagi sendiri – sendiri tapi satu kelas, bagaimana raja hari ini, kejutan apa yang akan dibawanya, bagaimana haydil bisakah dia bersikap manis hari ini, seperti apa wajah gita hari ini, bagaimana perasaan hatinya, cerita apa yang akan dibagi icha hari ini, akan kah sidik hari ini bisa ceria, adakah kemajuan keberanian yang akan ditunjukkan ziyad, mau kah fatia hari ini masuk dilepas dari ibunya, akankah airy mau duduk di kelas dan mau mengikuti semua kegiatan, kemajuan apa yang akan ditunjukkan deno, kejahilan apa yang akan dilakukan ilham, gaya dan mimic seperti apa yang akan ditampilkan oleh bima.

Akh…… betapa penuh warnanya pagiku di sini. deg – degan menghadapi apa yang akan terjadi nanti. ya rabb, betapa aku sangat bersyukur akan karunia mu yang sangat besar ini. sebuah perjuangan cukup melelahkan ketika aku diminta untuk memegang kelas satu, sebuah kelas transisi dari masa pra sekolah ke sekolah. apalagi di dalam nya berisi anak – anak yang menurutku sangat unik – unik yang sangat berbeda satu sama lain, yang begitu sangat kaya akan potensi – potensi besar. aku merasa dari sini akan lahir tokoh – tokoh besar nantinya. amin. sebuah hal yang semula membuatku sedikit kaget karena kehadiranku di sini bukan untuk jadi fasilitator kelas namun khusus untuk menangani anak – anak berkebutuhan khusus. jadi yang etrbayang bagiku adalah aktivitas yang tidak jauh berbeda dari masa di aliva dulu. namun, kenyataannya tantang yang yanga da di depan ku lebih berat dari sebelumnya. selain membantu anak – anak special aku juga menjadi fasilitator kelas. dengan bismillah ku mulai semuanya. sebuah perjuangan berat karena aku diberi amanah untuk ikut serta melukis di kertas polosnya kehidupan anak – anak ini, 35 jam dalam seminggu aku diberi amanah ikut memberi warna di atas kanvas mereka, memfasilitasi surrounding yang tepat untuk mereka. perjuangan ini menjadi lebih bermakna, karena entah kenapa di dalam kelas satu ini ( kelas I th 209/ 2010) ini ada beberapa anak spesial yang sangat unik, ada yang menolak untuk sekolah, ada yang punya kecenderungan adhd, ada yang lamban belajar, ada yang memiliki kepribadian pengamat, ada yang cuek dan semau gue, ada yang nyeni banget, ada yang suka cerita dan punya imajinasi yang kadang membuatku terkagum – kagum.

ya Allah berkali – kali syukurku pada mu. satu tahun itu telah terlewat, kenangan selama satu tahun ini merupakan salah satu kenangan terindahku. sekarang aku secara pribadi menilai aku cukup berhasil, begitu banyak kemajuan yang telah dicapai anak – anak ini. kemajuan belajar seorang anak yang punya kecenderungan adhd sangat pesat, meski dalam hal matematika dia msih tertinggal. seorang gadis manis berambut panjang yang menolak untuk sekolah sudah mau bersekolah, bahkan sudah suka bersekolah, dan lebih memilih untuk sekolah daripada di rumah serta mau terlibat dalam semua kegiatan. bocah cilik pencinta bola yang pada awalnya juga menolak untuk sekolah dan seluruh sekolah adalah kelas baginya, sekarang kelas adalah rumahnya, sekolah sudah hal yang menyenangkan bagi dia dan sudah sering bermain bersama teman – temannya dengan senyum dan tawa indahnya. seorang anak lelaki lain yang punya kepribadian matang dan cukup keras lantaran kedua orang tuanya adalah perwira polisi yang selalu antusias dalam mengerjakan apa saja, adalah seorang anak yang gigih dan pantang menyerah dalam mengerjakan apa saja. masih jelas dalam ingatan ku bagaimana dia berusaha menaklukkan masalah membaca sampai akhirnya dia telah membaca dan menulis dengan sangat lancar. keberanian yang berlahan tapi pasti yang ditujukkan seorang bocah lelaki kelahiran medan , yang pada awalnya sangat menghindari hal – hal yang menuntut fisik dan selalu tidak percaya diri, ragu – ragu dan takut – takut untuk memulai sesuatu.

Bu Milia Asri

Masih segar dalam ingatan ini bagaimana teriakannya mengagetkanku ketika ia memanggil namaku dan berteriak aku bisa, ya tali gantung itu akhirnya tertaklukkan juga olehnya. dan sekarang aku teramat sering melihatnya berlarian mengejar bola di lapangan dengan antusias dan penuh

semangat. kepercaan dirinya yang telah melesat maju mengajarkan aku untuk tidak mundar dalam hal apapun. seorang gadis manis berambut

pendek berkulit hitam manis yang selalu datang dengan penuh kesabaran dan ketekunan dalam segala hal, yang senantiasa membantuku bekerjasama dengan temannya yang mengalami kesulitan. dia selalu menanggapi semua pernyataanku tentang dirinya dengan sebuah senyuman

teramat manis. dan akhirnya aku tau di rumah ia termasuk anak yang cengeng. sungguh mampu ia menempatkan dirinya sesui dengan perannya…. (bersambung…)

original posted by :

Milia Asri S,Psi

30 Augustus 2010 at 5:46pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s