Perang

Panas terik di pagi itu masih membakar kulit dan mempercepat kerja jantung mengalirkan darah.

Di tengah tanah lapang didepan sana masih  berdiri berhadapan, dua kelompok yang terbakar jiwanya, bahkan dari sudut inipun dapat tercium aroma peperangan.

Berdiri didepan para komandannya, mengatur barisan pasukannya, beragam instruksi keluar dari mulut nya. Tujuannya hanya kemenangan atau kepuasan akan pertempuran.                        Bergerak pasukan nya ke depan merangsek menuju arah lawannya disiapkan peluru,senjata, serta niatnya untuk memenangkan pertempuran itu.

 

one down

Serbuuu !!!! perintah komandan seakan telah terbiasa pasukan lawan maju menyerang duluan, hari itu hujan bom air dan hujan peluru air membasahi sekolah, perang air SD 2 dan SD 1 tidak terelakkan lagi, siapapun yang ada di medan perang dipastikan basah oleh air dari senjata pasukan SD

 

wajib basah

Tidak luput para fasilitator pun mendapatkan efek dari perang air ini, pokoknya prinsipnya semua basah, dan semua senang.

Memang bukan perang yang selama ini dibayangkan dan dipastikan tidak diharapkan oleh siapapun yang masih mencintai damai, tapi perang ini hanya membunuh perasaan jenuh dan perang ini akan memuaskan kebahagiaan akan teriknya hari itu.

Berharap perang ini dapat membasuh dahaga akan datangnya hujan.. hujan yang membasahi bumi, dan mengisi kembali sungai-sungai yang kering serta sumur-sumur yang kosong

 

Perang ini akan mengajarkan ternyata perang yang sebenarnya  itu merugikan, sakit, dan tidak perlu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s