Outing Sekolahalam Minangkabau

OUTING Sekolahalam Minangkabau

Suasana belajar akan semakin menarik jika kita benar-benar berada di dunia yang kita pelajari. Tepat sekali ketika suasana belajar yang semakin hari semakin menantang pikiran dan kreativitas untuk menyajikan pelajaran dalam bentuk dunia nyata yang dapat dipahami dengan begitu menarik. Di tengah tantangan tersebut kami siswa sekolahalam minangkabau beserta seluruh fasilitator mendapat kesempatan untuk melakukan outing bersama.

Kegiatan outing tepat jatuh pada hari senin tanggal 2 Oktober 2017, dimana hari tersebut merupakan hari terakhir diadakannya pameran lukisan di taman budaya kota Padang. Sebelum banyak bercerita mengenai perjalanan outing sekolahalam minangkabau, sebaik nya bagaimana kalau kita bercerita mengenai suasana menjelang perjalanan dilakukan. Ketika itu tepat pada jam 07:24 saya memasuki gerbang sekolahalam minangkabau dengan penuh semangat dan senyuman yang melebar, begitu juga dengan mata yang asik melirik kiri-kanan untuk memastikan apakah anak-anak sudah datang. Namun raut wajah saya seketika berubah, ketika menyadari di waktu itu hanya ada beberapa anak yang berada di lapangan.  Secara pelan saya pun berucap sendiri “tumben anak-anak belum datang padahal hari ini mau pergi outing”. Berfikir heran. Saking herannya saya bertanya pada salah satu murid yang bernama Raisya. “oh ya Raisya tumbennya temannya belum pada datang?” dengan nada heran. Kemudian suara lembut keluar dari mulut Raysia “ itu lah buk… padahal kan hari ini kita pergi outing”.

Namun tak berselang lama anak-anak pun datang, dan hujan pertanyaan pun mendatangi seluruh fasilitator “jam berapa kita akan pergi outing bu?”. Dengan wajah penuh harap bahwa outing akan segera dilakukan mulai pagi. “iya nak… outing nya akan diadakan setelah kita semua snack, sekitar jam 10:00”. Menjelang jarum jam menunjukkan pukul sepuluh semua siswa melaksanakan rutinitas seperti biasa yaitu melaksanakan gotong royong bersama, melakukan tadarus, dan melaksanakan sholat dhuha, suasana pagi itu tetap saja terasa sama seperti hari-hari biasa. Namun suasana kian berubah menjadi sibuk ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh. Seolah-olah tak ada yang sabar untuk melakukan perjalanan. Semua siswa bersiap-siap untuk berkemas-kemas, membawa perlengkapan tulis, perlengkapan sholat dan yang paling penting adalah makan siang.

Selagi anak-anak melakukan kesibukan simpan-menyimpan Pak Ade dengan pengeras suara segera memanggil anak-anak untuk berkumpul di halaman sekolahalam minangkabau. Maka sekali lagi suasana menjadi semakin sibuk yang penuh dengan senyum dibibir dan rasa tak sabaran. Saat itu juga Pak Ade mengatur barisan, anak kelas satu-dua berbaris di sebalah kiri dekat pohon jambu, sedangkan anak kelas tiga berada di sebelah kanan anak kelas satu-dua, semakin kekanan maka kelasnya pun semakin tinggi, kelas tertinggi saat itu diisi oleh barisan SL. Setelah barisan rapi barulah Pak Ade memberikan pengarahan, dan memberikan pengumuman mengenai kendaraan yang akan digunakan untuk berangkat ketaman budaya. Kelas 1, 2, dan 3 akan di antar oleh Pak Ardi dengan menggunakan mobil Bu Miya. Sedangkan anak kelas 4,5,6 dan SL akan berangkat menggunakan angkot yang akan di dampinggi oleh fasilitator kelasnya masing-masing.

Pengumuman dari Pak Ade pun berakhir, semua nya segera bergegas untuk untuk naik ke mobil dan berjalan keluar sekolah untuk mencari angkot.  Sayang sekali saat itu SD-6 harus mengalami sedikit keterlambatan dikarenakan salah seorang temannya yang bernama Hani mengalami sakit perut dan pusing secara tiba-tiba. Semua siswa/i SD-6 harus menunggu sekitar 15 menit sampai Hani di jemput oleh orang tuanya. Lima belas menit pun berlalu  orang tua Hani pun menampakkan puncak hidungnya. Seketika itu juga kami langsung bergegas menuju keluar sekolah dan mencari angkot. Tidak butuh waktu lama untuk menunggu angkot yang akan membawa kami menuju lokasi outing lima menit saja, dan yang beruntungnya lagi kami pun tidak butuh waktu yang lama untuk menuju lokasi hanya 15 menit saja, hal itu dikarenakan angkot yang kami naiki memilih jalan melewati tepi pantai. Seketika suasana diatas angkot pun begitu ramai, berbagai canda tawa terlontar dari mulut mereka yang lucu. Hanya senyuman yang bisa aku lontarkan pada mereka sembari menatap betapa bahagianya mereka melihat pantai, sembari bercanda dengan teman-temannya.

Siapa sangka rombongan yang terakhir berangkat mengunakan angkot datang bersamaan dengan rombongan yang pertama dan kedua. Setibanya di lokasi taman budaya semua anak-anak kembali diberikan arahan oleh fasilitator masing-masing mengenai kegiatan apa yang akan dilakukan di dalam galeri nantinya.  Ketika semua siswa sudah paham dan mendapat lembaran kerja, maka mereka langsung menuju galeri. Saat memasuki galeri anak-anak terlebih dahulu meletakkan tasnya di lobi galeri dan hanya membawa alat tulis beserta lembaran kerja masing-masing.

Pada lembaran kerja anak-anak disuruh untuk memilih lukisan mana yang menarik perhatian mereka namun kebanyakan anak tertarik pada suatu lukisan pemandangan alam dari gunung talang. Pemandangan yang bergitu indah dan seolah-olah memancarkan kehidupan alam nyata didalamnya. Membuat semua mata yang memandang berada di tempat yang sebenarnya. Bukan hanya itu itu tetapi lukisan lain seperti lukisan pohon yang dibentuk sama dengan aslinya juga banyak mencuri perhatian anak-anak. Setelah memilih lukisan yang mereka sukai maka hal yang dilakukan adalah berfoto dengan lukisan. Anak yang memang menyukai ekspresi saat berfoto mengeluarkan seluruh ekspresinya untuk berfoto namun yang tidak begitu menyukai atau sekedar malu-malu hanya tersenyum tegap menghadap ke kamera. “Ada-ada saja ekspresi anak-anak ini”. Satu hal yang menarik muncul, dimana ketika seluruh anak memilih untuk tertarik pada lukisan yang terpampang di dinding, anak yang bernama Alif malah asik memperhatikan sebuah patung.

Kegiatan berikutnya adalah mereka harus mencatat siapa yang melukis lukisan tersebut kemudian membuat sebuah lukisan. Ketika melukis dengan coretan tangan masing-masing anak-anak begitu bahagia, ada yang membuat lukisan berdasarkan imajinasinya sendiri, ada yang membuat gambar yang terinspirasi dari lukisan dan ada juga yang meniru lukisan yang disukainya. Suasana di galeri seketika menjadi tenang.  Namun sebagaimana anak-anak jika tidak ribut dan berlari tidak lah hidup bagi mereka, tenang nya hanya sebentar saja. Setelah semua lukisan mereka selesai kemudian dikumpulkan kepada fasilitator masing-masing. Waktu pun terasa begitu singkat jarum jam ternyata sudah menunjukkan pukul 11:30 dan itu berarti kami harus beralih kepada kegiatan selanjutnya yaitu menyantap makan siang.

Setengah jam berlalu santapan makan siang pun selesai, dan selanjutnya menunggu waktu untuk melaksanakan sholat zuhur. Tepat jam 12:30 semua anak-anak dan fasilitator bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan sholat zuhur berjamaah di musholla terdekat. Waktu kunjungan di taman budaya pun usai kini waktunya untuk kembali ke sekolah. Untuk kembali ke sekolah kami tak perlu lagi menunggu angkot karena kami semua akan diantar jemput oleh Pak Ardi. Setelah lebih kurang lima belas menit berlalu rombongan pertama pun kembali ke sekolah, rombongan pertama itu mengangkut anak perempuan saja,rombongan kedua anak laki-laki saja, rombongan ketiga anak perempuan lagi dan rombongan terakhir mengangkut anak laki-laki. sembari menunggu Pak Ardi mengantar rombongan pertama anak-anak yang masih tertinggal sibuk bermain berlari-larian serta memanjat dinding gedung teater terbuka. Sesampainya di sekolah anak-anak langsung disambut dengan kegiatan berikutnya yaitu latihan randai. Begitulah kisah singkat mengenai perjalanan outing sekolahalam minangkabau ke galeri taman budaya kota Padang.

Begitulah belajar tidak harus selalu berada diruangan tertutup, belajar ke tempat tempat wisata dan ke alam terbuka akan menjadi lebih menarik dan dapat menciptakan suasana belajar yang tidak membosankan. Belajar itu tidak selalu duduk membaca buku, menulis,dan mendengarkan, tetapi berekreasi sambil belajar juga sangat menyenangkan. Ayo belajar sambil bermain!

 

Oleh Citra Larici

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.