20 Tahun Sekolah Alam

 

DIRGAHAYU Sekolah Alam

20 tahun Sekolah Alam — Membumi, Membangun Peradaban, Menjadi Rahmat Bagi Seluruh Alam. Membumi pada tahun 1998 hingga dua dekade ini bukanlah waktu yang singkat untuk menyuguhkan pendidikan yang menyenangkan bagi anak. Kerap dibilang “aneh” karena kami memiliki konsep yang berbeda. Bagi kami, anak-anak itu unik memiliki kemampuan, minat, dan bakat yang tidak bisa diseragamkan.

Tentu, perjalanan 20 tahun Sekolah Alam memberikan pengALAMan yang luar biasa. Menjadi bagian dari pengALAMan yang seru. Perjalanan ini sangat berarti karena memberikan banyak hal yang positif dan mengagumkan.

Dalam 20 tahun, Sekolah Alam di penjuru nusantara tumbuh, menggeliat, mengikuti jalan takdir masing-masing. Mewarnai bakti untuk negeri, mencerdaskan generasi.

————

Sekolah Alam adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Lendo Novo berdasarkan keprihatinannya akan biaya pendidikan yang semakin tidak terjangkau oleh masyarakat. Ide membangun sekolah alam adalah agar bisa membuat sekolah dengan kualitas sangat tinggi tetapi dengan harga terjangkau.

Paradigma umum dalam dunia pendidikan adalah sekolah berkualitas selalu mahal. Yang menjadikan sekolah itu mahal karena infrastrukturnya, seperti bangunannya, kolam renang, lapangan olahraga, dan lain-lain. Sedangkan yang membuat sekolah itu berkualitas bukan infrastruktur. Kontribusi infrastruktur terhadap kualitas pendidikan tidak lebih dari 10%. Sedangkan 90% kontribusi kualitas pendidikan berasal dari kualitas guru, metode belajar yang tepat, dan buku sebagai gerbang ilmu pengetahuan. Ketiga variabel yang menjadi kualitas pendidikan ini sebetulnya sangat murah, asalkan ada guru yang mempunyai idealisme tinggi. Dari situ Lendo mencoba mengembangkan konsep-konsep sekolah alam.

Lendo terinspirasi oleh gagasan ayahnya tentang integrasi ilmiah ilahiah. Ayahanda Lendo, Zuardin Azzaino adalah seorang pegawai Bank Indonesia yang juga penulis buku. Zuardin berpendapat bahwa integrasi ilmiah ilahiah atau integrasi antara iman dan ilmu pengetahuan-teknologi adalah cara untuk mengembalikan kebangkitan Islam. Selama ini, umat Islam terlena dan membahas fikih saja. Selain itu umat Islam juga perlu untuk kembali memegang teguh akhlak mulia.

Menurut Lendo, tujuan pendidikan dalam Islam adalah mencetak khalifatullah fil ardh. Sehingga, kurikulum sekolah alam juga bertujuan untuk mencetak pribadi yang siap mengemban amanah Allah dalam mengelola bumi ini (khalifatullah fil ardh).

Sebagai seorang khalifatullah atau delegasi Allah, manusia harus:

Mengetahui cara diri menyembah Allah.

Mengetahui cara makhluk dan semesta alam menyembah Allah

Mengetahui cara menjadi pemimpin/khalifah karena Allah.

Sumber

DIRGAHAYU Sekolah Alam — Membangun Peradaban!

 

kunjungi tautan dibawah untuk :

TIKET GRATIS ALEK MINANGKABAU #7

sekolahalam minangkabau (antaranews.com)

sekolahalam minangkabau (antarafoto.com)

sekolahalam minangkabau (mertotvnews.com)

sekolahalam minangkabau (tempo.co)