Sampah dan Barang Bekas

Persoalan pencemaran lingkungan dari sampah tidak akan selesai jika sampah hanya di daur ulang oleh industri tertentu. Permasalahan sampah ini akan teratasi jika masalah tersebut diatasi memang dari akarnya. Akar timbulnya sampah yang dapat mencemari lingkungan adalah manusia itu sendiri. Jadi selain melakukan daur ulang, manusia atau individu yang ada dilingkungan tersebut juga harus dicerdaskan dalam penggunaan dan pengelolaan sampah.

Mengajarkan seorang mengerti akan permasalahan sampah mungkin mudah untuk dilakukan, tetapi bagaimana mendidik seorang memiliki kebiasaan yang ramah lingkungan mungkin tidak semudah mengajarkan teori. Oleh sebab itu pembiasaan yang baik harus dimulai sejak dini. Sebagaimana pepatah Minangkabau mengatakan “ketek taraja-raja, gadang tabao-bao, lah tuo tarubah tido” (Kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa, sudah tua terubah tidak) . Artinya ketika kecil seorang dididik untuk belajar memahami sesuatu , ketika sudah besar hal yang dipahami tadi akan selalu diterapkannya, ketika sudah tua hal tersebut tidak bisa dirubah lagi, karena sudah menjadi kebiasaan individu tersebut.

Sekolahalam minangkabau adalah sekolah yang menerapkan nilai-nilai adat dan budaya minangkabau sebagai pondasi dalam menjalankan pendidikan. Sebagaimana permasalahan sampah yang terjadi dilingkungan sekitar kita saat sekarang ini. Semenjak dini anak-anak sekolahalam sudah didik untuk menggunakan dan memanfaatkan sampah seperti; sampah botol plastik, sampah kertas, sampah peralatan rumah tangga dan lain-lain menjadi media pembelajaran, menyulapnya menjadi media kreatifitas anak dan dijadikan sebagai keperluan administrasi sekolah.

Sampah botol plastik akan disulap menj20180914_133339adi pot-pot cantik yang dapat menghiasi seluruh bagian sekolah. Sebelum menjadi pot cantik, terlebih dahulu anak-anak membuat bentuk botol menjadi berbagai macam bentuk dengan menggunakan pisau dan gunting, barulah kemudian di cat. Anak-anak dibebaskan berkreasi dengan imajinasi dan warna-warna pilihan mereka.

Setelah pot kreasi jadi, barulah pot diisi dengan tanah, lalu ditanami bunga. Selain bunga anak-anak sekolahalam juga menanam sayur-sayuran di dalam botol bekas, ban bekas, dan benda benda lain yang dapat dijadikan pot.

Demikian juga dengan pemanfaatan kertas bekas untuk media pembelajaran. Kertas yang dimanfaatkan adalah kertas yang memang sama sekali tidak bisa digunakan lagi untuk menulis atau disekolahalam disebut  dengan double junk.  Double junk di sulap menjadi bubur kertas dan kemudian diolah menjadi media pembelajaran tiga dimensi. Seperti pembuatan media pembelajaran peta timbul, media eksperimen gunung meletus, pembuatan pakaian adat, rumah adat minangkabau, media pembelajaran tata surya dan masih banyak lagi media pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan kertas bekas. Untuk menjadikan kertas bekas sebagai media pembelajaran dibutuhkan kerjasama fasilitator dalam mengolah dan memunculkan ide-ide anak-anak untuk membuat media pembelajaran yang tidak memerlukan biaya besar dan ramah lingkungan. Di sekolahalam Minangkabau ,kertas bekas yang disebut junk paper masih bisa digunakan juga untuk keperluan belajar anak sehari-hari, sehingga anak-anak tidak perlu membeli buku tulis untuk mencatat materi pembelajaran.

Junk paper juga digunakan untuk  keperluan administrasi di sekolahalam. Penggunaan kembali kertas bekas merupakan upaya daur ulang guna  menghemat sumber daya alam, menghemat energi, mengurangi emisi gas rumah kaca .

Dengan adanya pembiasaan penggunaan sampah dan barang bekas di sekolahalam minangkabau diharapkan akan tumbuh jiwa cinta lingkungan dan jiwa kreatifitas anak-anak dalam mengolah kembali sampah menjadi barang-barang yang berguna sehingga dapat mengurangi kerusakan lingkungan alam kita.

Oleh Citra Larici dan Ade Rahadian

 

 

SAM13-5

kunjungi tautan dibawah untuk :

TIKET GRATIS ALEK MINANGKABAU #7

Tentang Jaringan Sekolah Alam Nusantara

sekolahalam minangkabau (antaranews.com)

sekolahalam minangkabau (antaranews.com)

sekolahalam minangkabau (antaranews.com)

sekolahalam minangkabau (antarafoto.com)

sekolahalam minangkabau (mertotvnews.com)

sekolahalam minangkabau (tempo.co)

sekolahalam minangkabau (harianhaluan.com)